Terapi Tumbuh Kembang Anak untuk Mendukung Perkembangan Si Kecil
Setiap anak memiliki proses perkembangan yang berbeda. Ada anak yang lebih cepat berbicara, ada yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mengembangkan kemampuan motorik, dan ada pula yang mengalami kesulitan dalam berinteraksi atau melakukan aktivitas sehari-hari. Dalam kondisi tertentu, terapi tumbuh kembang anak dapat menjadi salah satu bentuk dukungan untuk membantu anak mengembangkan kemampuannya secara lebih optimal. Pemantauan perkembangan juga penting karena menurut CDC, pemantauan dan skrining perkembangan dapat membantu mengenali kemungkinan keterlambatan perkembangan sehingga anak dapat memperoleh dukungan yang dibutuhkan lebih dini.
Apa Itu Terapi Tumbuh Kembang Anak?
Terapi tumbuh kembang anak merupakan serangkaian intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangan anak. Terapi tidak hanya ditujukan untuk anak yang mengalami keterlambatan bicara. Pendampingan juga dapat diberikan ketika anak mengalami hambatan dalam kemampuan motorik, sensorik, perilaku, interaksi sosial, konsentrasi, maupun aktivitas sehari-hari.
Jenis terapi yang diberikan tentunya tidak sama untuk setiap anak. Sebelum program terapi ditentukan, diperlukan asesmen atau pemeriksaan untuk mengetahui kemampuan serta area perkembangan yang membutuhkan dukungan.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak membandingkan kebutuhan terapi anak dengan anak lain karena program yang efektif perlu mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing anak.
Kapan Anak Perlu Mendapatkan Pemeriksaan?
Perkembangan anak dapat diamati melalui berbagai kemampuan, seperti bermain, belajar, berbicara, bergerak, berinteraksi, dan melakukan aktivitas sehari-hari.
Orang tua dapat berkonsultasi dengan tenaga profesional apabila melihat adanya kemampuan perkembangan yang belum muncul sesuai tahap usia atau terdapat perubahan yang mengkhawatiran.
Beberapa hal yang dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan antara lain anak mengalami kesulitan berkomunikasi, sulit mengikuti instruksi sederhana, memiliki hambatan dalam aktivitas motorik, sulit mempertahankan perhatian, atau mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
Namun, adanya salah satu tanda tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa anak mengalami gangguan tertentu. Pemeriksaan oleh tenaga profesional tetap diperlukan untuk mendapatkan gambaran kondisi anak secara lebih menyeluruh.
Jenis Terapi yang Dapat Mendukung Perkembangan Anak
Program terapi dapat berbeda sesuai hasil asesmen. Beberapa bentuk terapi yang umum digunakan dalam pelayanan tumbuh kembang anak meliputi:
1. Terapi okupasi
Terapi okupasi membantu anak meningkatkan kemampuan yang diperlukan dalam aktivitas sehari-hari. Program dapat berkaitan dengan kemampuan motorik, pemrosesan sensorik, konsentrasi, koordinasi, hingga kemandirian.
2. Terapi wicara
Terapi wicara dapat diberikan kepada anak yang membutuhkan dukungan dalam kemampuan bicara, bahasa, komunikasi, maupun kemampuan terkait fungsi oral sesuai hasil pemeriksaan.
3. Fisioterapi
Fisioterapi berfokus pada kemampuan gerak dan fungsi tubuh. Terapi dapat membantu mendukung kekuatan, keseimbangan, koordinasi, postur, serta kemampuan motorik anak berdasarkan kebutuhannya.
4. Terapi perilaku
Terapi perilaku dapat digunakan untuk membantu mengembangkan keterampilan tertentu sekaligus mendukung kemampuan anak dalam beradaptasi dan berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari.
Pemilihan jenis terapi sebaiknya dilakukan berdasarkan asesmen sehingga program yang diberikan memiliki tujuan yang jelas dan sesuai kebutuhan anak.
Mengapa Dukungan Sejak Dini Penting?
Masa awal kehidupan merupakan periode penting dalam perkembangan anak. UNICEF menjelaskan bahwa perkembangan anak membutuhkan berbagai bentuk dukungan, termasuk kesehatan, nutrisi, rasa aman, kesempatan belajar, serta pengasuhan yang responsif.
Dukungan kepada anak juga tidak berhenti ketika sesi terapi selesai dan keterlibatan keluarga memiliki peran penting karena anak menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah.
Orang tua dapat bekerja sama dengan terapis untuk memahami aktivitas yang dapat diterapkan dalam keseharian. Dengan demikian, keterampilan yang dipelajari selama terapi dapat dilatih kembali melalui kegiatan sederhana di lingkungan rumah.
WHO juga menekankan bahwa pentingnya nurturing care atau pengasuhan yang mendukung perkembangan anak, termasuk kesehatan yang baik, nutrisi yang memadai, keamanan, pengasuhan responsif, dan kesempatan untuk belajar sejak dini.
Setiap Anak Memiliki Proses yang Berbeda
Perkembangan bukan sebuah perlombaan. Anak dapat menunjukkan kemampuan dan tantangan yang berbeda meskipun berada pada rentang usia yang sama. Karena itu, fokus utama sebaiknya bukan membandingkan anak dengan teman sebayanya, tetapi memahami kebutuhan dan perkembangan anak dari waktu ke waktu.
Jika orang tua merasa khawatir terhadap perkembangan anak, konsultasi dan asesmen dapat menjadi langkah untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas.
Okiro menyediakan layanan terapi terpadu bagi anak dengan kebutuhan pada aspek bicara, perilaku, sensorik, motorik, dan perkembangan. Program terapi disusun berdasarkan kebutuhan anak agar dapat membantu meningkatkan kemampuan fungsional serta partisipasinya dalam aktivitas di rumah, sekolah, maupun lingkungan sosial.
***Ingin mengetahui terapi yang sesuai untuk perkembangan anak? Orang tua dapat ******menjadwalkan konsultasi dan screening ***diklinik atau pusat layanan terapi terdekat sebagai langkah awal untuk memahami kebutuhan anak dan menentukan program pendampingan yang sesuai.
Referensi
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Developmental Monitoring and Screening – Learn the Signs. Act Early.
- World Health Organization (WHO). Improving Early Childhood Development: WHO Guideline. 2020.
- World Health Organization (WHO). Nurturing Care for Early Childhood Development.
- UNICEF. Early Childhood Development.
- UNICEF. Care for Child Development.

